Rabu, 27 Oktober 2010

SPEECH SYNTHESIS

Speech synthesis atau pidato sintesis adalah produksi buatan manusia pidato. Sebuah sistem komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut speech synthesizer, dan dapat diimplementasikan dalam perangkat lunak atau perangkat keras. text-to-speech (TTS) sistem bahasa normal mengkonversi teks ke dalam pidato. sistem lain membuat representasi linguistik simbolis seperti transkripsi fonetik bicara.
Pidato buatan dapat dibuat dengan potongan-potongan concatenating pidato yang direkam disimpan dalam database. Sistem berbeda dalam ukuran pidato yang disimpan unit; sebuah sistem yang menyimpan telepon memberikan rentang output terbesar, tapi mungkin kurang jelas. Untuk keperluan khusus domain, yang menyimpan seluruh kata-kata atau kalimat memungkinkan output yang berkualitas tinggi. Atau, synthesizer dapat menggabungkan sebuah model dari sistem vokal dan karakteristik suara manusia lain untuk membuat yang benar-benar “sintetik” output suara. Kualitas synthesizer pidato dinilai oleh kesamaan dengan suara manusia dan kemampuannya untuk dipahami. semua dimengerti text-to-speech program yang memungkinkan orang-orang dengan gangguan visual atau membaca untuk mendengarkan karya-karya tulis di komputer rumah. Banyak sistem operasi komputer termasuk alat bicara sejak awal 1980-an.

A text-to-speech system (atau “mesin”) adalah terdiri dari dua bagian: front-end dan back-end. Front-end memiliki dua tugas utama. Pertama, mengubah teks mentah berisi simbol seperti angka dan singkatan menjadi setara dengan tertulis-kata-kata. Proses ini sering disebut normalisasi teks, pra-pengolahan, atau tokenization. Front-end kemudian menetapkan transkripsi fonetik untuk setiap kata, dan membagi dan menandai teks ke prosodic unit seperti frase dan kalimat. Proses transkripsi fonetik untuk menetapkan kata-kata ini disebut teks-ke-fonem atau grafem-ke-fonem konversi. Fonetis transkripsi dan informasi ilmu persajakan bersama-sama membentuk representasi simbolik yang linguistik output dengan front-end. Back-end-sering disebut sebagai synthesizer-maka mengubah representasi linguistik simbolik menjadi suara.
Synthesizer teknologi
Kualitas yang paling penting dari sebuah sistem sintesis pidato kewajaran dan dimengerti. Kewajaran menggambarkan seberapa dekat output terdengar seperti ucapan manusia, sementara dimengerti adalah kemudahan yang keluaran dipahami. Pidato synthesizer yang ideal adalah alami dan dipahami. Pidato sistem sintesis biasanya mencoba untuk memaksimalkan dua karakteristik.
Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Speech_synthesis

Selasa, 26 Oktober 2010

Antisipasi Computer Vision Syndrome

Mata adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada manusia, bayangkan jika tanpa mata manusia tidak bisa melihat keindahan, kecantikan dan keelokan. Maka bersyukurlah kita atas karunia-Nya ini. Bagi anda yang mungkin sering menggunakan komputer anda harus mulai berhati hati terhadap kesehatan mata anda. Penggunaan komputer yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan yang disebut Computer Vision Syndrome (CVS). Persatuan dokter mata Amerika mendefinisikan CVS sebagai kumpulan gejala okuler (mata) maupun non okuler, yang timbul selama atau setelah bekerja di depan monitor komputer. Mekanisme terjadinya CVS diduga merupakan akibat gabungan dari faktor permukaan mata, akomodasi, karakteristik komputer, juga oleh faktor eksternal (seperti pencahayaan dan tata ruang).
CVS dapat dikenali melalui berbagai gejala, diantaranya :

1. Sakit kepala

2. Mata terasa kering, meski berkedip merupakan reflek, kita cenderung lebih jarang berkedip saat bekerja di depan monitor. Semakin lama mata terbuka, semakin tinggi kemungkinan kornea mata mengalami dehidrasi. Akibatnya mata menjadi kering dan tidak nyaman.

3. Penglihatan ganda. karena mata ada dua, maka keduanya harus berkoordinasi dengan tepat agar kita hanya melihat satu gambar. Namun ketika sistem koordinasi terganggu (misal jika bekerja dengan obyek yang sangat dekat dengan mata, dalam jangka waktu lama) mata akan mengalami pandangan ganda.

4. Mata terasa tegang dan lelah sehingga lambat untuk fokus. Ketika mata sedang fokus pada objek yang dekat untuk jangka waktu lama, otot mata menjadi tegang. Pada saat mata melihat jauh, obyek lainnnya muncul sebagai gambar buram ketika berubah dari dekat ke jauh atau sebaliknya. Meski umumnya kondisi ini umumnya bersifat sementara, dapat juga menjadi masalah penglihatan di masa medatang.

5. Sakit leher dan atau punggung. Sistem penglihatan menjadi sangat dominan ketika bekerja di depan layar. Untuk itu posisi tubuh usahakan untuk mendapatkan penglihatan terbaik. Posisi tubuh umumnya dipertahankan cukup lama otot leher dan punggungmengalami ketegangan.

Meski CVS belum terbukti menimbulkan gangguan penglihatan yang berat, hal ini tentunya dapat mengurangi produktivitas dan efisiensi kerja.
CVS perlu disiasati agar efeknya minimal. Cara yang dapat dilakukan anatara lain:

1. Menggunakan filter layar komputer untuk mengurangi radiasi.

2. Menggunakan layar komputer yang radiasinya rendah.

3. Mengatur jarak pandang mata dengan monitor. Idealnya jarak pandang mata dengan monitor adalah 50 - 70 cm.

4. Sesuaikan posisi monitor dengan mata, jangan terlalu tinggi dan jangan terlalu rendah karena bisa menyebabkan sakit leher. Sebaiknya monitor diposisikan lebih rendah dari pandangan mata yaitu setidaknya bagian tengah monitor berada 10 - 25 cm di bawah mata, akan menggangu pasokan udara yang disampaikan ke otak.

5. Sesuaikan pencahayaan monitor dan ruangan dengan intensitas kenyamanan mata. Cahaya yang terlalu terang membuat mata menjadi silau, sednagkan pencahayaan yang terlalu buram akan membuat mata bekerja lebih keras untuk melihat. Hal ini membuat mata cepat lelah. Atur cahaya ruangan dengan memperhatikan letak meja komputer, sehingga sinar terang yang datang dari atas kepala atau jendela tidak berada di sekitar meja kerja. Posisi meja sebaiknya menyamping karena bila cahaya datang dari depan akan menyilaukan mata. Sementara cahaya dari belakang dapat menimbulkan bayangan pada monitor.

6. Istirahatkan mata sejenak, Usahakan waktu beberapa menit untuk mengendurkan otot-otot mata. Segarkan mata dengan memandang ke ruang lapang, tanaman hijau atau birunya langit.

7. Sering mengedipkan mata, jika mata terbuka dalam waktu lama, dapat mengakibatkan mata kering. Karena itu dianjurkan untuk sering mengedipkan mata, karena dengan berkedip mata akan mengeluarkan air mata yang akan mengalir ke seluruh permukaan kornea untuk menjaga mata tetap lembab dan jernih.

8. Konsumsi vitamin mata agar mata tetap dlam kondisi baik.

9. Segera periksa ke dokter mata bila terjadi gangguan mata. Demikian semoga bermanfaat.

Oleh : Hadi Suyikno

Senin, 18 Oktober 2010

TELEMATIKA

Istilah telematika merupakan adopsi dari bahasa asing. Kata telematika berasal dari kata dalam bahasa Prancis, yaitu telematique. Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya yang berjudul L’informatisation de la Societe.
Telematika menunjuk pada hakikat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekominikasi, media, dan informatika.
Menurut Kerangka Kebijakan Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia, disebutkan bahwa teknologi telematika merupakan singkatan dari teknologi komunikasi, media, dan onformatika. Senada dengan pendapat pemerintah, telematika diartikan sebagai singkatan dari tele = telekomunikasi, ma = multimedia, dan tika = informatika. Mengacu kepada penggunaan dikalangan masyarakat telematika Indonesia (MASTEL), istilah telematika berarti perpaduan atau pembauran (konvergensi) antara teknologi informasi (teknologi komputer), teknologi telekomunikasi, termasuk siaran radio maupun televisi dan multimedia
Dalam perkembangannya, teknologi telematika ini telah menggunakan kecepatan dan jangkauan transmisi energi elektromagnetik, sehingga sejumlah besar informasi dapat ditransmisikan dengan jangkauan, menurut keperluan, sampai seluruh dunia, bahkan ke seluruh angkasa, serta terlaksana dalam sekejap. Kecepatan transmisi elektromagnetik adalah (hampir) 300.000 km/detik, sehingga langsung dikirim begitu sampai, memungkinkan orang berdialog langsung, atau komunikasi interaktif .
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, maka dapat disarikan pemahaman tentang telematika sebagai berikut.
1. Telematika adalah sarana komunikasi jarak jauh melalui media elektromagnetik.
2. Kemampuannya adalah mentransmisikan sejumlah besar informasi dalam sekejap, dengan jangkauan seluruh dunia, dan dalam berbagai cara, yaitu dengan perantaan suara (telepon, musik), huruf, gambar dan data atau kombinasi-kombinasinya. Teknologi digital memungkinkan hal tersebut terjadi.
3. Jasa telematika ada yang diselenggarakan untuk umum (online, internet), dan ada pula untuk keperluan kelompok tertentu atau dinas khusus (intranet).
Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh, yang menyampaikan informasi satu arah, maupun timbal balik, dengan sistem digital.

PERKEMBANGAN TELEMATIKA DI INDONESIA

Kata telematika berasal dari kata dalam bahasa Prancis, yaitu telematique. Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya yang berjudul L’informatisation de la Societe. Perkembangan telematika di Indonesia terbagi menjadi tiga periode berdasarkan perkembangan yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung pada akhir tahun 1970-1980-an. Periode kedua adalah pengenalan pada akhir 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi yang dimulai pada tahun 2000.
1. Periode Rintisan
Periode rintisan telematika ini merupakan masa dimana beberapa orang Indonesia belajar menggunakan telematika, atau minimal mengetahuinya karena di periode ini perhatian yang minim dan pasokan listrik terbatas di Indonesia tidak cukup untuk mengikuti perkembangan telematika. Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikanpun jauh dari harapan. Walaupun demikian, selama satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia, mulai dilakukan. Jaringan telpon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas. Kemampuan ini dilatarbelakangi oleh kepemilikan satelit dan perekonomian yang meningkat dengan diberikannya penghargaan tentang swasembada pangan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kepada Indonesia pada tahun 1984.
2. Periode Pengenalan
Pada tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya dan dilanjutkan dengan masuknya internet ke Indonesia pada tahun 1994. pada tahun 1995-1996 hadir televisi swasta nasional seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi). Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998.

3. Periode Aplikasi
Pada periode ini yang mencerminkan perkembangan telematika kita sekarang yang berkembang sangat pesat. Fenomena ini bisa dilihat dari hamper seluruh masyarakat mempunyai HP, computer,internet, dan alat telekomunikasi lainnya. Apalagi tekhnologi mobile phone atau handphone begitu cepat perkembangannya hingga hamper seluruh masyarakat mempunyainya karena teknologi dan fungsi yang ditawarkan sudah canggih dengan memory hingga Gigabyte dan dapat terkoneksi dengan internet yang dapat kita peroleh dengan harga murah. Maraknya pembajakan seperti software, HP illegal, dan alat lainnya yang di jual dengan harga murah juga membuat masyarakat bisa ikut menikmati perkembangan teknologi karena harga yang ditawarkan terjangkau secara financial.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Sistem Informasi

Program Sistem Informasi lebih berfokus pada pengintegrasian solusi berbasis teknologi informasi dengan proses bisnis untuk memenuhi kebutuhan informasi bisnis dan usaha-usaha lain, yang memungkinkan tercapainya tujuan sebuah organisasi dengan efektif dan efisien. Perspektif bidang ilmu ini lebih memandang teknologi sebagai instrumen untuk mencatat, menghasilkan, mengolah, serta mendistribusikan informasi. Ahli-ahli di bidang ini memiliki kemampuan untuk memetakan kebutuhan informasi sebuah organisasi, dan menentukan cara terbaik teknologi informasi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Selain penguasaan aspek teknologi informasi, seorang pakar sistem informasi juga harus memahami prinsip-prinsip manajemen dan bisnis. Sebagai konsekuensinya, kurikulum di bidang sistem informasi juga mencakup materi mengenai kerangka bisnis dan manajemen, di samping penguasaan teknologi perangkat lunak dan perangkat keras komputer.
Lulusan dari program ini memiliki keahlian yang sangat dibutuhkan industri saat ini, di mana pemanfaatan teknologi informasi sering menjadi kunci keunggulan sebuah organisasi.
Ilmu Komputer
Program yang berjudul Ilmu Komputer pada dasarnya adalah program yang sama. Cakupannya cukup luas, mulai dari fondasi teoritis mengenai perancangan algoritma, yaitu konsep dasar yang melandasi pengembangan perangkat lunak, sampai kepada penerapan mutakhir berupa aplikasi robotika, kecerdasan buatan, bio-informatika, dan topik-topik menarik lainnya.
Fokus kurikulum Ilmu Komputer dan Teknik Informatika seringkali lebih ilmiah dan teoritis, dan cukup banyak mengandung unsur matematika dan logika.
Seorang lulusan Ilmu Komputer/Teknik Informatika memiliki kemampuan untuk merancang dan mengembangkan perangkat lunak yang canggih untuk menyelesaikan permasalahan yang rumit. Mereka jugalah yang senantiasa menemukan inovasi baru di bidang ilmu komputer. Sebagai contoh, saat ini kita sudah mengenal baik fasilitas Internet dan World Wide Web, yang tidak akan terwujud tanpa kemajuan di sub-bidang ilmu komputer seperti jaringan komputer (computer networking), basis data (database), serta interaksi manusia komputer. Saat ini, ilmuwan komputer menggunakan teknologi komputer untuk pengembangan robot yang cerdas, pemodelan DNA manusia, serta pembuatan program yang dapat memahami berbagai data dalam bentuk teks, gambar, suara, maupun video.

Selasa, 05 Oktober 2010

PENDAPAT KITA TENTANG ILMU KOMPUTER DAN SISTEM INFORMASI

A.Ilmu Komputer

Ilmu komputer (Ilkom), atau dalam bahasa Inggrisnya disebut Computer Science (CS), secara umum diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik tentang komputasi, perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Ilmu komputer mencakup beragam topik yang berkaitan dengan komputer, mulai dari analisa abstrak algoritma sampai subyek yang lebih konkret seperti bahasa pemrograman, perangkat lunak, termasuk perangkat keras. Sebagai suatu disiplin ilmu, Ilmu Komputer lebih menekankan pada pemrograman komputer, dan rekayasa perangkat lunak (software), sementara teknik komputer lebih cenderung berkaitan dengan hal-hal seperti perangkat keras komputer (hardware). ilmu komputer itu ilmu yang mempelajari tentang perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software). Ilmu komputer juga mencakup dalam berbagai topik yaitu algoritma, bahasa pemrograman, perangkat lunak, dan termasuk perangkat keras. Ilmu komputer juga merupakan suatu bidang ilmu yang menekuni bidang pengolahan data secara digital. Misalnya sistem informasi.
B.Sistem Informasi

Sistem Informasi adalah Proses yang menjalankan fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk kepentingan tertentu, kebanyakan SI dikomputerisasi. Informasi merupakan komoditi strategis di abad mendatang. Globalisasi informasi memaksa Indonesia untuk memperhitungkan sistem informasi pendidikan dan pembangunannya supaya tetap kompetitif di era globalisasi. Untuk itu, cara alternatif strategi yang memungkinkan Indonesia membangun sistem informasi nasional-nya perlu dipikirkan sejak dini. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan power Indonesia terhadap luar negeri.