Jumat, 23 April 2010

Semelir Hati

Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa. Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu di hadapanku, akankah kurindui juga? Ada yang berdegup keras di dalam dada, namun kuusahakan untuk menepiskannya. Jangan, Bowo, sergah hati kecilku, jangan biarkan hatimu terbagi. Ingatlah Ratri, dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cintanya.

Sabtu, 13 Maret 2010

PERGAULAN ANTARA MUDA-MUDI

1. Menjaga Pandangan
QS. An-Nur : 30-31
“Tidaklah seorang Muslim sedang melihat keindahan wanita kemudian ia menundukkan pandangannya, kecuali Allah akan menggantinya dengan ibadah yang ia dapatkan kemanisannya.” (HR. Ahmad)

2. Menutup Aurat secara Sempurna
QS. Al-Ahzab : 59, QS.An- Nur : 31
“Hai Asma, sesungguhnya perempuan itu apabila telah sampai umur/dewasa, maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini. Rasulullah berkata sambil menunjukkan kepada muka dan telapak tangan hingga peregelangannya sendiri.” (HR. Abu Dawud dan Aisyah)

3. Bagi wanita diperintahkan untuk tidak berlembut-lembut suara dihadapan laki-laki bukan mahram. (QS. Al-Ahzab : 32)

4. Dilarang bagi wanita bepergian sendirian tanpa mahramnya sejauh perjalanan satu hari.
“ Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Tidak halal bagi seorang perempuan yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk bepergian yang memakan waktu sehari semalam kecuali bersama mahramnya.”
(HR. Bukhari Muslim dikutip Imam Nawawi dalam Tarjamah Riyadush Shalihin)

5. Dilarang “berkhalwat” (berdua-duaan antara pria dan wanita)

6. Laki-laki dilarang berhias menyerupai perempuan, juga sebaliknya.
“Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata : “Rasulullah SAW mwlaknat kaum laki-laki yang suka menyerupai kaum wanita dan melaknat kaum wanita yang suka menyerupai kaum laki-laki.” (HR. Bukhari dikutip Imam Nawawi dalam Tarjamah Riyadush Shalihin)

KEMATIAN IBU HAMIL

Pada tahun 2003, di Indonesia terdapat 307 ibu meninggal setiap 100.000 kelahiran hidup dengan akibat yang sama yaitu komplikasi kehamilan dan persalinan. Lima penyebab utama kematian ibu yaitu : Perdarahan, Infeksi, Toksemia Gravidarum, Persalinan Macet dan Abortus. Banyak ibu yang mengalami pendarahan disebabkan oleh plasenta previa. Plasenta previa adalah plasenta yang letaknya abnormal, yaitu pada segmen bawah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir, pada keadaan normal plasenta terletak di bagian atas uterus. Perdarahan tanpa alasan dan tanpa nyeri merupakan gejala utama dan pertama dari plasenta previa. Perdarahan dapat terjadi selagi penderita tidur atau bekerja biasa, perdarahan pertama biasanya tidak banyak tetapi perdarahan berikutnya akan selalu lebih banyak dari pada sebelumnya dan dapat berakibat fatal. Biasanya plasenta previa muncul dengan sendirinya. Oleh karena itu, untuk mengurangi angka kematian pada ibu hamil, sebaiknya ibu hamil beristirahat yang cukup, makan makanan yang bergizi, minum vitamin, tidak boleh mengangkat beban yang berat, sering membersihkan daerah kemaluannya, jika ada keluhan secepatnya di periksa ke dokter atau bidan.

BALASAN ORANG-ORANG YANG SABAR

Balasan atas Kesabaran :
• Allah menyertai orang-orang sabar
“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”. (QS. Al-Baqarah 2:153)
• Allah sayang kepada mereka yang sabar
“Dan Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran 3:146)
• Orang-orang Sabar memperoleh berkah yang sempurna, rahmat dan petunjuk
“Dan berikanlah berita gembira bagi orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah 2:155)
“Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Robbnya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah 2:157)
• Orang sabar memperoleh pahala lebih baik dari apa yang dikerjakan
“Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”(QS. An-Nahl 16:96)
• Orang sabar pahalanya dicukupkan tanpa batas
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar 39:10)
• Orang sabar dijanjikan pertolongan Allah
“Ya, jika kamu bersabar dan bersiap-siaga dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda”. (QS, Ali Imran 3:125)
• Orang sabar memperoleh derajat kepemimpinan dalam dien
“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar dan selalu meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. As-Sajadah 32:24)
• Orang sabar dipuji Allah sebagai manusia utama
“Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.” (QS. Ali Imran 3:186)
• Allah melindungi orang sabar dari tipu daya musuh
“Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudhoratan kepada kamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” (QS. Ali Imran 3:120)
• Orang sabar layak masuk surga
“Mereka itulah orang-orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya”. (QS. Al Furqaan 25:75)
• Orang sabar dapat mengambil pelajaran dari sejarah
‘Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang sabar lagi bersyukur.” (QS. Saba’ 34:190)

5 WASIAT DARI ALLAH S.W.T. KEPADA RASULULLAH S.A.W

Dari Nabi S.A.W., "Pada waktu malam saya diisra’ kan sampai ke langit, Allah S.W.T telah memberikan lima wasiat, antaranya :
1) Janganlah engkau gantungkan hatimu kepada dunia kerana sesungguhnya Aku tidak menjadikan dunia ini untuk engkau.
2) Jadikan cintamu kepada-Ku sebab tempat kembalimu adalah kepada-Ku.
3) Bersungguh-sungguhlah engkau mencari syurga.
4) Putuskan harapan dari makhluk kerana sesungguhnya mereka itu sedikitpun tidak ada kuasa di tangan mereka.
5) Rajinlah mengerjakan sholat tahajjud kerana sesungguhnya pertolongan itu berserta qiamullail.

Sabtu, 27 Februari 2010

Diam...


Aku adalah aku. Aku hanyalah seorang anak manusia biasa yang dilahirkan 18 tahun yang lalu. Ibuku mempunyai dua orang anak, yaitu aku dan kakakku. Beliau bekerja sebagai tukang cuci di suatu perumahan elit. Sedangkan ayahku sudah tidak bekerja, struk yang di deritanya selama bertahun-tahun membuatnya tidak bisa melakukan apa-apa. Aku sangat menyayangi orang tuaku terutama ibuku, aku amat sangat mencintai ibuku melebihi diriku sendiri.

Dari sudut pandang tetangga sekitar, aku dan keluargaku merupakan keluarga sederhana yang tampak begitu bahagia. Tapi pada kenyataannya tidak. Walaupun aku mempunyai keluarga tapi hari-hariku hanyalah ditemani oleh kesepian. Sepi dan hampa yang selalu ku rasa. Tetapi aku hanya bisa diam. Aku merasa tak ada kasih sayang yang ku dapat dari orang tuaku. Semua aktifitas di dalam kehidupan ku, aku sendiri yang melakukannya.

Pada suatu hari, kakakku melakukan perbuatan yang membuat orang tuaku sedih. Hatiku hancur melihat air mata ibuku menetes akibat ulah kakakku sendiri. Tapi kakakku tetap saja melakukan perbuatan itu berulang-ulang. Selama ini aku merasa bahwa ibuku lebih menyayangi kakakku daripada aku. Aku iri pada kakakku. Padahal selama ini ibuku lah yang seharian penuh membanting tulang untuk menghidupi keluargaku tapi mengapa dibalas dengan rasa kekecewaan yang teramat dalam oleh kakakku.

Berbulan-bulan sudah terlewati, tapi kelakuan kakakku tetap saja begitu. Meskipun begitu, ibuku tetap menyayangi kakakku, bahkan rasa sayang itu bertambah besar. Hal itu membuatku semakin iri. Padahal aku yang selalu berdoa untuk orang tuaku. Aku yang selalu membantu mereka. Aku yang selalu berusaha untuk menjadi anak yang berbakti. Aku yang selalu menahan rasa sakit di hati akibat perkataan kasar yang dilontarkan oleh ibuku untukku. Aku yang selalu mengalah. Tapi mengapa ibuku tega memperlakukanku begitu.

Hatiku benar-benar sakit, tapi aku mau menceritakan semua ini pada siapa??? Aku tak mau ada orang yang tahu penderitaan bathin yang kurasakan. Aku juga tak mau ibuku tahu apa yang kurasa. Kini aku hanya bisa bersabar menghadapi semuanya. Mungkin diam satu-satunya cara untuk membuat keadaan menjadi lebih baik.